Pelayanan Kesehatan Reproduksi Esensial

Keluarga Berencana

Pelayanan KB memasukkan pelayanan unsur pencegahan dan penanggulangan IMS, termasuk HIV/AIDS. Pelayanan KB difokuskan selain kepada sasaran muda paritas rendah (mupar) yang lebih mengarah kepada kepentingan pengendalian populasi juga diarah untuk sasaran dengan penggarapan “4 terlalu” (terlalu muda, terlalu banyak, terlalu sering dan terlalu tua untuk hamil). Alat kontrasepsi penting digunakan untuk menekan lonjakan kelahiran masyarakat di masa depan. Berdasarkan laporan “Statistik Pemuda Indonesia 2021”, ada beberapa jenis atau alat KB yang paling banyak digunakan.

Sumber: Badan Pusat Statistik (21 Desember 2021)

Adapun Jenis KB sebegai berikut:

  1. KB Suntik
  2. PIL
  3. Implant
  4. Spriral/IUD
  5. Kondom
  6. Tubektomi
  7. Vasektomi
  8. Intravag

Adapun jumlah pemuda di Indonesia tercatat sebanyak 64,92 juta orang pada 2021 yakni terdiri dari usia 16 -30 tahun. Dengan presentase perempuan muda sebesar 49,51% sedangkan laki – laki 50,49%.

Keluarga berencana kerap disalah artikan sebagai program menolak kehadiran anak. Padahal, faktanya tidak demikian. Tujuan dan manfaat program keluarga berencana justru sangat baik demi mewujudkan keluarga sehat, bahagia dan sejahtera. Adapun manfaat penggunaan KB adalah:

  1. Menjaga Kesehatan Ibu & Bayi
  2. Mendorong Kecukupan ASI dan Pola Asuh yang Baik bagi Anak
  3. Mencegah Kehamilan yang Tidak Direncanakan
  4. Mencegah Penyakit Menular Seksual
  5. Menurunkan Angka Kematian Ibu & Bayi
  6. Membentuk Keluarga yang Berkualitas