PKBI JAWA TIMUR UNDANG ORANG TUA ABH

Pola Asuh Tepat Anak Yang Berhadapan Dengan Hukum

Keluarga merupakan lingkungan pertama bagi anak untuk belajar, bahkan akan menjadi kunci pembentukan karakter dan pendidikan anak. Orang tua merupakan guru pertama bagi anak-anak, dan rumah adalah sekolah pertama yang dikenal oleh anak. Sehingga peran orang tua dalam pendidikan baik pendidikan karakter anak, spiritual, hingga pendidikan formal, semuanya dimulai dan membutuhkan peran besar darinya. Pentingnya parenting education ini untuk membuat orang tua agar bisa menjadi contoh baik bagi anak-anaknya. Seiring perubahan zaman yang semakin pesat, pola asuh pastinya akan berbeda pula antara dulu dan sekarang. Sehingga para orang tua ataupun calon orang tua, harus mengetahui bagaimana sebenarnya parenting dilakukan dan seberapa besar manfaatnya.

Memiliki kesadaran dalam pengasuhan anak-anak sangat penting dan krusial. Orang tua tidak boleh asal-asalan dalam mengasuh anak, perlu berbagai macam pengetahuan untuk memaksimalkan pengasuhan. Menyadari kebutuhan ini dapat membuat orang tua mau untuk terus belajar dan menambah wawasan pengasuhan anak. Adapun Pelatihan GEDSI (Gender Equality dan Inklusi Sosial) di selenggarakan pada Senin, 19 September 2022 di LPKA Kelas I Blitar.

Sementara itu, dalam mendampingi dan mengawasi ABH, para orang tua dan Pegawai Staf LPKA Kelas I Blitar harus memiliki pemahaman PARENTING SKILL TRAINING. Pelatihan ini diselenggarakan dengan berdasarkan pendekatan:

  1. Adult Learning, yakni proses pelatihan yang diselenggarakan dengan pendekatan pembelajaran orang dewasa, selama pelatihan peserta berhak untuk dihargai keberadaannya, Didengarkan dan dihargai pengalamannya, Dipertimbangkan setiap ide dan pendapatnya.
  2. Asset Based Thinking, yakni proses pelatihan yang menekankan kekuatan, kesempatan dan apa yang bisa dilakukan daripada berfokus pada kelemahan, masalah dan apa yang tidak bisa dilakukan dalam merespons situasi di lapangan.
  3. Competency Based, yakni proses pelatihan selalu berupaya untuk mengembangkan keterampilan langkah demi langkah menuju kemampuan kompetensi peserta
  4. Learning By Doing, yang memungkinkan peserta untuk: mendapat kesempatan untuk belajar sambil berbuat (melakukan sendiri) hasil pembelajaran dari setiap materi pelatihan. Hal tesebut dapat dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran partisipatory antara lain: studi kasus, simulasi, role play, permainan dan latihan (exercise) baik secara individu maupun kelompok., Melakukan pengulangan ataupun perbaikan yang dirasa perlu untuk mencapai kompetensi yang ditetapkan.