Usia Menopause Wanita: Kenali Gejala & Tips Meringankan Gejala Menopause

Menopause adalah keadaan berhentinya siklus menstruasi secara alami terjadi pada wanita, umumnya menopause terjadi pada rentang usia 45 sampai 55 tahun. Selain itu, seorang wanita dikatakan menopause bila tidak lagi mengalami menstruasi selama 1 tahun atau lebih.

Dalam studi literatur, Indonesia saat ini memiliki 7,4% wanita menopause dari total populasi, sedangkan pada tahun 2020 diperkirakan mencapai 11,54% dengan usia rata-rata menopause 49 tahun. (Ridwan, 2020)

Penyebab Menopause

Tubuh wanita memiliki persediaan sel ovum dengan jumlah yang terbatas dan masa menopause itu terjadi ketika ovarium atau indung telur telah kehabisan sel telur atau ovum. Hal ini menyebabkan produksi hormon dalam tubuh terganggu yaitu berhentinya produksi hormon seks wanita yang tidak lain adalah hormon estrogen dan progesteron. Penurunan fungsi hormon dalam tubuh akan menyebabkan terjadinya penurunan fungsi tubuh dan gejala-gejala menopause akan mulai timbul danterasa terlihat adanya perubahan pada haid yang mungkin menjadi lama ataulebih singkat dan untuk jumlah darah menstruasi yang dikeluarkan menjadi tidak konsisten yaitu relatif menjadi lebih banyak dari sebelumnya. (Mulyani, 2013)

Gejala Menopause

Adapun tanda-tanda dan gejala dari menopause adalah sebagai berikut (Ali Baziad, 2003):

  1. Gejolak panas
  2. Jantung berdebar-debar
  3. Gangguan tidur
  4. Depresi
  5. Mudah tersinggung, merasa takut, gelisah, dan mudah marah
  6. Sering sakit kepala
  7. Cepat lelah, sulit berkonsentrasi, mudah lupa, kurang tenaga
  8. Kesemutan
  9. Gangguan libido
  10. Obstipasi
  11. Berat badan bertambah
  12. Nyeri tulang dan otot

Penanganan Menghadapi Menopause

Ada beberapa penanganan menghadapi menopause diantaranya (Iis Hanifah, dkk., 2021):

Terapi hormonal (Terapi Sulih/Hormon/TSH)

Terapi hormon yang biasa digunakan pada wanita menopause adalah sulih estrogen, karena gejala menopause disebabkan oleh defisiensi estrogen. Terapi sulih hormon terdapat dalam beberapa jenis sediaan seperti tablet, plester (patch), implan, semprot hidung, cincin vagina, gel, dan krim atau tablet vaginal.

Terapi Non-Hormonal

  • Terapi Relaksasi

Relaksasi seperti meditasi dan yoga merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi stres, kekalutan emosi, dan mengurangi berbagai gangguan fisiologi dalam tubuh. Melakukan relaksasi sangat menguntungkan terutama bagi wanita yang mengalami sindrom menopause karena dapat memberikan rasa tenang dan terhindar dari rasa panik.

  • Menjaga pola makan

Pola makan yang dianjurkan untuk wanita yang mendekati usia tengah baya diantaranya adalah menghindari makanan berlemak, mengurangi asupan garam untuk mengurangi kemungkinan tekanan darah tinggi, serta meningkatkan asupan serat yang akan melindungi dari berbagai penyakit seperti diabetes dan kanker.

  • Olahraga teratur

Olah raga ringan seperti bersepeda, berenang, atau berlari dapat menjaga jantung tetap sehat sehingga menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskular, selain itu olah raga juga dapat membantu mempertahankan bahkan meningkatkan massa tulang sehingga dapat mencegah osteoporosis.