5 Kenali Polycystic Ovarium Syndrome  (PCOS): Gejala, Bahaya, dan Pencegahannya

Polycystic Ovarium Syndrome atau PCOS merupakan suatu keadaan patologi yang terletak antara gangguan menstruasi dan perubahan parameter hormonal sehingga keadaan ini lebih mengarahkan kepada wanita 5-10% wanita usia reproduktif. (Zihan, dkk, 2019,). Wanita yang telah didiagnosa mengidap PCOS memiliki banyak kista kecil yang terletak di sepanjang tepi ovarium, hal ini dapat menyebabkan tidak terjadinya ovulasi sehingga akan menyulitkan wanita untuk mendapatkan keturunan. PCOS merupakan masalah kesehatan yang umumnya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon reproduksi yang kemudian menjadikan masalah dalam ovarium. WHO memperkirakan terdapat sekitar 116 juta wanita yang menderita PCOS atau sekitar 3,4% dari populasi wanita di seluruh dunia. (Ajeng Dwi, dkk, 2021). Di Indonesia sendiri, untuk jumlah total penderita PCOS masih belum diketahui secara pasti, namun setiap tahun terdapat kurang lebih 30 penderita dan 4,5% adalah usia produktif. (Ariyana Hikmanti, dkk, 2021).  Terus apa sih tanda-tanda PCOS ini?

PCOS memiliki beberapa tanda-tanda atau gejala-gejala yang perlu diperhatikan. Lantas apa aja sih tanda-tandanya?

  • Pertumbuhan rambut di area yang tidak diinginkan

Pertumbuhan rambut yang tidak terduga seperti di area wajah, dagu, payudara, perut, dan jari-jari dapat disebabkan oleh peningkatan kadar hormone laki-laki pada kondisi perempuan.

  • Rambut rontok

Dikarenakan tidak seimbangnya hormon pada wanita ini, kerap kali muncul  masalah seperti rambut yang mudah rontok.  Seorang wanita yang mengidap PCOS mungkin akan lebih mudah mengalami penipisan rambut, terutama saat ia berada pada tingkat usia memasuki paruh baya.

  • Masalah berat badan

Sebagian besar wanita yang mengidap PCOS ini memiliki keluhan adanya masalah berat badan. Sebagian dari mereka memiliki masalah sulit menaikkan berat badan dan sebagian dari mereka memiliki masalah sulit untuk menurunkan berat badan. Semua hal itu tergantung pada kondisi hormone dan fisik masing-masing perempuan.

  • Kulit mudah berjerawat atau berminyak

Perubahan hormon yang terjadi pada pengidap PCOS ini membuat si pengidapnya mengalami masalah pada kulit, seperti kulit yang mudah berminyak dan berjerawat.

  • Sulit tidur

Gangguan pada pola tidur juga merupakan salah satu tanda dari PCOS adalah sulit untuk tidur dan sering merasa lelah. Apabila kamu merasa sering mengalami sulit tidur atau mungkin sudah tidur tetapi tetap merasa lelah dan dibarengi dengan tanda khas lainnya, maka bisa jadi itu adalah akibat dari PCOS. Tanda khas yang kerap kali muncul adalah sakit kepala, sakit kepala pada pengidap PCOS bisa saja disebabkan oleh adanya perubahan hormone.

  • Gangguan siklus haid

Saat mengidap PCOS, para pengidap mungkin akan mengalami haid siklus haid yang tidak teratur. Bisa jadi pengidapnya tidak mengalami haid selama beberapa bulan, atau sekalinya mengalami haid, maka bisa mengalami pendarahan yang cukup banyak.

  • Susah promil

PCOS merupakan salah satu penyebab utama ketidaksuburan atau sulit untuk hamil yang dialami oleh perempuan. Hal ini disebabkan seorang wanita yang mengidap PCOS ukuran indung telurnya akan menjadi lebih besar dari ukuran biasanya. Indung telur yang lebih besar berisikan banyak kista kecil yang mengandung sel telur belum matang. Selain itu, kadar hormone androgen yang dimiliki cukup tinggi, sehingga menghambat proses ovulasi atau proses pelepasan telur sehat untuk dibuahi sperma.

Tahukah kamu? PCOS merupakan penyakit yang berbahaya, sebab penyakit ini menjadi penyebab utama terjadinya infertilitas lho🤔. Hal ini dikarenakan, orang yang mengalami PCOS akan menghasilkan lebih banyak oosit (sel telur yang belum matang) dengan kualitas buruk, dimana kesuburannya rendah dan meningkatkan resiko keguguran. Selain itu, PCOS juga dapat meningkatkan resiko kelainan atau penyakit lain, seperti anovulasi, siklus menstruasi yang tidak teratur, diabetes melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, hingga permasalahan psikologis. (Widiastuti, dkk, 2021).

Dari beberapa penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti, ditemukan bahwa PCOS terbukti memicu munculnya beban psikologis pada penderitanya. Pasien yang mengidap PCOS cenderung memiliki stress emosional lebih berat dibandingkan wanita yang tidak menderita PCOS. PCOS merupakan penyebab tunggal yang menyebabkan penderitanya memiliki resiko terjadi penyakit psikologis seperti depresi dan kecemasan. Tingkat kecenderungannya ialah bagi penderita PCOS memiliki tingkat kecenderungan 3-5 kali lebih tinggi daripada wanita yang tidak menderita PCOS. (Zihan Zetira, dkk, 2019).

Setelah memahami bahayanya penyakit ini, yuk kita sama-sama mencegah PCOS dengan beberapa cara, yaitu:

  1. Menerapkan pola hidup yang sehat. Caranya gimana? Salah satunya dengan rajin berolahraga secara rutin dan menerapkan pola makan yang teratur.
  2. Selain makan dengan teratur, sebaiknya dilakukan juga pembatasan untuk makanan berkalori, kemudian menghitung asupan karbohidrat, mengonsumsi makanan yang berprotein tinggi,  memakan buah dan sayur serta hindari terlalu banyak daging merah. (Anisya, dkk, 2019). Jangan lupa juga untuk memonitor berat badan agar ideal dan sehat yaa!
  3. Terakhir, penting juga nih untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kalian akan kesehatan, terutama kesehatan reproduksi agar dapat menghindari resiko penyakit. Maka dari itu, yuk terus simak dan nantikan konten-konten edukatif dari PKBI Jatim untuk menambah pengetahuan kalian 😜