Surabaya, 28–30 Juli 2025 — Selama tiga hari penuh, PKBI Jawa Timur mengajak para remaja dari 11 cabang se-Jatim untuk ikut ambil bagian dalam pelatihan peningkatan kapasitas sebagai pendamping sebaya. Kegiatan ini jadi bagian dari komitmen PKBI Jatim dalam memperluas akses layanan kesehatan reproduksi yang inklusif, aman, dan ramah remaja. Dalam kesempatan ini, para relawan muda mendapatkan berbagai pembekalan, mulai dari isu kesehatan reproduksi, edukasi seksualitas, kesehatan mental, hingga praktik dasar konseling dan pertolongan pertama psikologis. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari proyek nasional PKBI melalui program Expanding Client-Centered Delivery (ECCD).
Hari Pertama: Bukan Cuma Lisensi Semata, Tapi Juga Sensitivitas Sosial
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ibu Dr. Noer Saudah, S.Kep.,Ns., M.Kes. (Ketua Pengurus Daerah PKBI Jatim), yang menekankan pentingnya akses layanan kesehatan yang nggak cuma formalitas, tapi juga harus benar-benar peka terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya remaja dan kelompok rentan.
Dilanjutkan oleh Ibu Zahrotul Ulya, S.Kep., M.M. (Direktur Eksekutif PKBI Jatim), yang memperkenalkan peran relawan muda dalam program PKBI. “Remaja bukan cuma target, tapi bagian dari solusi. Kita ajak mereka jadi garda terdepan dalam menyuarakan isu kesehatan reproduksi,” ujarnya.
Para peserta juga mendapat materi safeguarding dari Kak Qori Faizun, S.Psi., di mana mereka diajak memahami pentingnya menciptakan ruang aman dari kekerasan dan eksploitasi. “Kita semua bertanggung jawab melindungi yang rentan,” tegas Kak Qori. Hari pertama ditutup dengan sesi edukasi bareng Dr. Alya Rahma Trishna, yang membahas isu IMS dan HIV. Ia juga mengajak peserta untuk ikut melawan stigma dan juga diskriminasi. dan diakhir penyampainnya dr. Alya mengatakan “Tes HIV itu hak semua orang, bukan hal yang harus ditakuti, dan juga minimal sekali dalam seumur hidup datang ke klinik untuk tes HIV.”

Hari Kedua: Bicara Seksualitas dan Kesehatan Mental Tanpa Tabu
Hari kedua makin seru! Dibuka dengan materi tentang Hak Kesehatan Seksual Dan Reproduksi dari Kak Nafila Ikrima, S.Psi. (Koord. Program Anak-Remaja PKBI Jatim), yang mengajak peserta memahami tubuh, fungsi reproduksi, dan hak atas kesehatan secara komprehensif.
Materi dilanjutkan oleh Kak M. Ilham Sai, S.Sos. (CLO PKBI Jawa Timur), yang membahas topik SOGIESC (Sexual Orientation, Gender Identity, Gender Expression, and Sex Characteristics). Peserta diajak membuka pikiran soal keberagaman identitas, ekspresi, dan orientasi seksual. Diskusinya terbuka dan hangat banget!
Nggak kalah menarik, ada sesi pengenalan aplikasi OKY bareng Kak Varadilla Tri (Koord YC Jember). Aplikasi ini dibuat khusus untuk remaja perempuan agar bisa memantau siklus menstruasi mereka. Tapi ternyata, Laki-Laki pun boleh mengakses aplikasi ini dan penting untuk tahu soal ini juga.
Kesehatan mental juga jadi highlight hari kedua. Dengan pemateri Elnia Sevinawati, M.Psi., Psikolog (psikolog Riliv), membahas bagaimana mengenali kondisi mental kita sendiri — dari thriving, struggling, sampai in crisis. Lalu, Kak Shavira Kurnia Cahyani, S.Psi. ( Konselor Klinik Utama PKBI Jatim), ngajarin teknik dasar konseling, dan pentingnya hadir sebagai pendengar yang empatik.
Sebagai penutup di hari kedua ini, materi selanjutnya disampaikan Nurul Qomariah, S.Psi., M.Psi, Psikolog (Psikolog Klinik Utama PKBI Jatim), membawakan materi dasar PFA (Psychological First Aid). Peserta belajar cara memberikan dukungan awal untuk teman sebaya yang sedang mengalami stres berat.

Hari Ketiga: Remaja, Konseling Online, dan Aksi Lewat Media Sosial
Di hari terakhir, peserta diajak kenalan dengan layanan e-Konsul, platform konseling online yang akan diluncurkan oleh PKBI Jawa Timur, dan bisa diakses oleh siapa pun. Kak Qori Faizun, S.Psi., menjelaskan cara mengakses dan memanfaatkannya, bareng Kak Rizqi Slamet Maulana (Staf IT PKBI Jatim), sebagai developer websitenya. Layanan ini bisa digunakan untuk konsultasi seputar kesehatan mental, reproduksi, hingga gizi.
Nggak cuma itu, peserta juga belajar strategi bikin konten edukatif dan informatif lewat media sosial. “Media sosial bisa jadi ruang aman, asal kita tahu cara menggunakannya. Edukasi bisa viral juga, asal isinya benar dan empatik.” ujar Kak Qori.
Kegiatan ditutup dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan dijalankan masing-masing cabang setelah pulang dari pelatihan.

Remaja Bukan Sekadar Target, Tapi Agen Perubahan
Melalui kegiatan ini, PKBI Jawa Timur ingin mempertegas bahwa remaja adalah bagian penting dalam memperluas akses layanan kesehatan seksual dan reproduksi yang inklusif dan berbasis hak. Para relawan muda dibekali bukan hanya pengetahuan, tapi juga keterampilan praktis yang aplikatif.
Kini, mereka siap jadi bagian dari Youth Call Center dan jadi teman sebaya yang bisa diandalkan untuk berbagi informasi, mendengarkan cerita, dan memberikan dukungan awal bagi teman-teman yang membutuhkan. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi digital, PKBI Jatim melangkah maju bersama remaja untuk menciptakan ruang aman, ramah, dan penuh empati.
Kontributor Penulis: Haikal Fikri (Relawan remaja SeBAYA PKBI Jatim)
Kontak:
Hotline PKBI Daerah Jawa Timur
Nomor Whatsapp: +62 823-2360-2830
Email : pkbijatim@pkbi.or.id
Alamat : PKBI Daerah Jawa Timur, Jl. Indragiri No. 24, Surabaya




