SURABAYA — Fenomena menunda pernikahan pada generasi muda semakin sering ditemukan di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik melalui Statistik Pemuda Indonesia Tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar 68,29% pemuda usia 16-30 tahun belum menikah, sementara yang sudah menikah hanya sekitar 30,61%. Angka ini menunjukkan bahwa mayoritas generasi muda saat ini memang belum atau memilih menunda pernikahan, bahkan tren usia menikah pertama cenderung semakin meningkat dari tahun ke tahun. Banyak anak muda merasa bahwa menikah bukan hanya soal cinta, tetapi juga berkaitan dengan kesiapan finansial, mental, emosional, hingga tanggung jawab jangka panjang dalam membangun keluarga. Penelitian oleh Adilah Nurviana tahun 2021 menunjukkan bahwa sebagian generasi milenial memandang pernikahan sebagai sesuatu yang rumit, penuh risiko, dan membutuhkan kesiapan yang matang sehingga mereka memilih menunda bahkan tidak menikah sama sekali. Faktor ekonomi, karier, tekanan sosial, dan kekhawatiran terhadap hubungan menjadi alasan yang paling banyak muncul pada generasi muda saat ini.
Selain itu, tekanan sosial seperti pertanyaan “kapan menikah” juga dapat memengaruhi kondisi psikologis anak muda. Penelitian dalam Jurnal Studia Insania tahun 2025 menjelaskan bahwa tekanan sosial terkait pernikahan dapat menimbulkan kecemasan, stres, bahkan menurunkan minat menikah pada individu yang sedang mengalami quarter-life crisis. Di sisi lain, banyak pasangan akhirnya menjalani hubungan tanpa perencanaan keluarga yang matang, termasuk kurangnya pemahaman mengenai kesehatan seksual dan reproduksi. Hal ini didukung oleh data penelitian yang menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat terkait kesehatan reproduksi masih tergolong rendah. Sebuah studi tahun 2022 menemukan bahwa sekitar 86% wanita usia subur memiliki pengetahuan yang kurang tentang kesehatan reproduksi, yang berdampak pada rendahnya kesadaran dalam perencanaan keluarga dan penggunaan kontrasepsi. Selain itu, data Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2022 juga menunjukkan bahwa 47,9% remaja perempuan tidak mengetahui masa subur, yang menandakan masih terbatasnya pemahaman dasar terkait reproduksi di kalangan generasi muda. Padahal, kesiapan menikah perlu diimbangi dengan perencanaan kehamilan dan penggunaan kontrasepsi yang tepat agar pasangan dapat menjalani hubungan yang sehat dan bertanggung jawab.
Layanan KB dan Kontrasepsi di Surabaya
foto layanan kb di klinik
Sebagai lembaga yang bergerak di bidang kesehatan seksual dan reproduksi, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Timur melalui Klinik Utama PKBI JATIM menyediakan konsultasi perencanaan keluarga termasuk jarak kehamilan, jumlah anak dan berbagai metode kontrasepsi yang mendukung perencanaan keluarga seperti IUD, implan, steril wanita, hingga layanan kontrol dan pelepasan alat kontrasepsi di Surabaya. Layanan ini tidak hanya ditujukan bagi pasangan yang sudah menikah, tetapi juga bagi individu atau calon pasutri yang ingin memperoleh edukasi mengenai hubungan sehat, kesiapan pernikahan, kesehatan reproduksi, hingga perencanaan keluarga di masa depan.
Sebelum pemasangan kontrasepsi/KB, pasien akan mendapatkan konsultasi bersama tenaga kesehatan profesional agar metode kontrasepsi yang dipilih sesuai dengan kondisi tubuh dan kebutuhan masing-masing individu maupun pasangan. KB IUD dan implan menjadi pilihan kontrasepsi favorit bagi klien di Klinik Utama PKBI Jatim karena efektif, praktis, dan mampu memberikan perlindungan kehamilan jangka panjang. Adapun layanan dan biaya KB di Klinik Utama PKBI JATIM antara lain:
- Suntik KB mulai dari Rp 50.000,
- Pasang KB IUD – Implant mulai dari Rp 530.000,
- Kontrol KB mulai dari Rp60.000, dan
- Aff/lepas KB mulai dari Rp180.000,-.
Biaya tersebut dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan layanan klinik. Syarat pemasangan KB di Klinik Utama PKBI JATIM umumnya cukup mudah, yaitu membawa identitas diri untuk pendaftaran pasien. Untuk beberapa layanan tertentu, pasangan juga dianjurkan datang bersama agar mendapatkan edukasi kesehatan seksual dan reproduksi secara menyeluruh.
Konsultasi Psikologi untuk Pasangan Modern
foto layanan konsleing pasnagan psikolog di klinik
Dalam perencanaan keluarga juga perlu diimbangi dengan kesiapan mental dan emosional pasangan. Dalam hal ini, layanan konsultasi psikologi pasangan menjadi penting untuk membantu pasangan membangun komunikasi yang sehat, memahami pola hubungan, mengelola konflik, hingga menyamakan tujuan dalam kehidupan rumah tangga. Konsultasi psikologi juga dapat membantu pasangan mempersiapkan diri menghadapi perubahan setelah menikah, termasuk dalam pengambilan keputusan terkait kehamilan, penggunaan kontrasepsi, hingga pola pengasuhan anak di masa depan. Melalui pendekatan ini, perencanaan keluarga tidak hanya berfokus pada aspek biologis, tetapi juga pada kualitas hubungan dan kesejahteraan psikologis pasangan secara menyeluruh.
Melalui layanan komprehensif Klinik Utama PKBI JATIM, PKBI Jawa Timur berupaya membantu masyarakat membangun hubungan yang lebih sehat, aman, dan terencana. Merencanakan keluarga dengan jarak kehamilan bukan berarti menunda kebahagiaan, tetapi bentuk kepedulian terhadap kesehatan diri dan pasangan. Jika masih bingung memilih metode KB yang tepat, kamu dapat melakukan konsultasi langsung bersama tenaga kesehatan profesional di Klinik Utama PKBI Jatim.
Kontak Hotline PKBI Daerah Jawa Timur:
Nomor Whatsapp : 0823-2360-2830
Email : pkbijatim@pkbi.or.id
Alamat : PKBI Daerah Jawa Timur, Jl. Indragiri No. 24, Surabaya
DM Instagram : @pkbijawatimur @klinikutamapkbijatim
Kontributor Penulis : Ni Luh Ayu Widita Putri
Sumber Referensi:
Ananda, R., & Putri, A. N. (2025). Tekanan sosial pernikahan pada individu quarter-life crisis. Jurnal Studia Insania, 13(1), 45–58. https://jurnal.uinantasari.ac.id/index.php/insania/article/view/16194
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik Pemuda Indonesia 2023. https://www.bps.go.id/id/publication/2023/12/29/18781f394974f2cae5241318/statistik-pemuda-indonesia-
Nurviana, A. (2021). Fenomena generasi muda menunda pernikahan di Indonesia. Buletin Riset Psikologi dan Kesehatan Mental, 1(2), 1023–1031. Universitas Airlangga. https://e-journal.unair.ac.id/BRPKM/article/view/27995
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia. (2023). Peningkatan kualitas pelayanan kesehatan reproduksi. https://pkbi.or.id/peningkatan-kualitas-pelayanan-kesehatan-reproduksi/
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Jawa Timur. (2024). Pelayanan KB di Klinik Utama PKBI Jawa Timur: Solusi untuk perencanaan kesehatan dan kesejahteraan keluarga. https://pkbi-jatim.or.id/pelayanan-kb-di-klinik-utama-pkbi-jawa-timur-solusi-untuk-perencanaan-kesehatan-dan-kesejahteraan-keluarga/
Rahmawati, I. (2023). Pengetahuan remaja tentang masa subur dan kesehatan reproduksi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 55–62. https://jurnal.stikes-bhm.ac.id/index.php/jurkes/article/view/526
Sari, D., & Wulandari, R. (2022). Tingkat pengetahuan wanita usia subur tentang kesehatan reproduksi. Jurnal Empati, 6(2), 120–126. https://ejournal.unimugo.ac.id/EMPATI/article/view/825




