Menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik (Salsabila, 2024). Kalau fisik terluka atau demam tinggi, kita tidak akan ragu untuk segera pergi ke dokter. Namun, ketika jiwa yang lelah, cemas, atau tertekan, kita sering kali menundanya dan menganggapnya sekadar stres biasa yang akan hilang dengan sendirinya. Padahal, mengenali kapan diri kita membutuhkan bantuan profesional adalah langkah awal yang sangat berani untuk menyayangi diri sendiri (Patria & Rismarini, 2025). Sering kali kita baru mencari pertolongan saat sudah berada di titik burnout atau mengalami krisis besar, padahal tubuh dan pikiran kita biasanya sudah menyalakan alarm-alarm kecil sejak lama.
Tanda-tanda yang sering diabaikan ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, salah satunya adalah perubahan pola tidur dan makan yang drastis, seperti insomnia/sulit tidur atau justru tidur berlebihan, serta hilangnya nafsu makan atau sebaliknya yang dikenal sebagai emotional eating (Ningtyas & Isaura, 2024). Selain itu, mungkin mengalami anhedonia, yaitu kehilangan minat pada aktivitas maupun hobi yang biasanya sangat di sukai, hingga segala sesuatu terasa hambar dan datar secara emosional (Iriyanto, 2024). Indikasi lainnya adalah emosi yang menjadi sulit dikontrol dan meledak-ledak, di mana seseorang merasa sangat sensitif, mudah menangis tanpa alasan jelas, atau gampang marah karena hal-hal kecil. Hal ini biasanya dibarengi dengan kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial karena merasa berinteraksi dengan orang lain sangat menguras energi, serta penurunan produktivitas akibat pikiran yang terus-menerus dipenuhi rasa cemas atau overthinking (Azzahra et al., 2025). Jika tanda-tanda tersebut sudah berlangsung lebih dari dua minggu dan mulai mengganggu fungsi kehidupan sehari-hari, itu adalah tanda kuat bahwa kamu memerlukan bantuan profesional. Jika kamu merasa tanda-tanda tersebut mulai mengganggu aktivitas, hubungan, tidur, makan, atau pekerjaan/kuliah, kamu tidak perlu menunggu sampai kondisi semakin berat. Klinik Utama PKBI Jatim menyediakan layanan konseling Psikolog di Surabaya dan e-konsul yang aman, nyaman, serta menjaga kerahasiaan klien.
Bagi kamu yang berdomisili di Surabaya dan sekitarnya, akses layanan kesehatan mental saat ini sudah semakin berkembang dan mudah ditemukan. Namun, agar proses konseling berjalan efektif dan nyaman, ada beberapa hal krusial yang perlu diperhatikan sebelum memilih biro atau maupun klinik yang menyediakan layanan konseling. Hal pertama dan paling utama adalah memastikan kredibilitas dan legalitas praktik tempat tersebut, di mana para psikolognya harus memiliki Surat Izin Praktik Psikologi (SIPP) yang aktif dan terdaftar resmi di organisasi profesi seperti Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI). Selanjutnya, perhatikan pula pendekatan teoretis dan spesialisasi Psikolognya, karena setiap profesional memiliki fokus yang berbeda, mulai dari terapi kognitif perilaku (CBT) hingga pendekatan humanistik, serta keahlian khusus dalam menangani isu remaja, dewasa muda, kecemasan, maupun trauma.
Faktor lain yang tidak kalah penting dalam memilih tempat konseling di Surabaya adalah jaminan keamanan dan kerahasiaan data atau confidentiality, di mana sebuah biro profesional wajib memastikan bahwa seluruh cerita dan rekam medis psikologismu tidak akan bocor tanpa persetujuanmu. Lingkungan fisik atau fasilitas yang ditawarkan juga harus dipertimbangkan; pilihlah tempat yang menyediakan ruang konsultasi privat, tenang, nyaman, dan minim distraksi, atau cari biro maupun klinik yang menyediakan opsi konseling online jika kamu belum siap bertatap muka langsung. Terakhir, pastikan tempat tersebut memiliki sistem reservasi yang jelas serta transparansi biaya sejak awal, baik mengenai durasi per sesi maupun komponen biaya tambahan lainnya. Pada akhirnya, memutuskan untuk pergi ke Psikolog bukanlah tanda bahwa kamu lemah, melainkan bukti nyata bahwa kamu memiliki kesadaran diri yang tinggi untuk menyembuhkan, bertumbuh, dan memberikan hak terbaik bagi kesehatan jiwamu.
Bagi yang berdomisili di Jawa Timur khususnya Surabaya dan sekitarnya dan membutuhkan penanganan Psikolog profesional tepercaya, salah satu rekomendasi tempat yang sangat tepat untuk dituju adalah Klinik Utama PKBI Jatim (Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia Daerah Jawa Timur). Berlokasi di Jl. Indragiri No. 24, Darmo, Kec. Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur. Klinik Utama PKBI Jatim menyediakan layanan konseling bersama Psikolog yang ramah, dengan atmosfer ruang konsultasi yang aman, suportif, serta terjamin kerahasiaannya. Menariknya, jika kamu terkendala jarak, waktu, atau berada dalam keadaan mendesak yang membutuhkan respons cepat tanpa harus mengantre di klinik, Klinik Utama PKBI Jatim juga menyediakan layanan e-konsul yang bisa diakses secara online, sehingga kamu bisa segera mendapatkan pertolongan pertama psikologis kapan pun alarm mentalmu mulai menyalakan tanda bahaya.
Kontak Hotline PKBI Daerah Jawa Timur:
Nomor Whatsapp : 0823-2360-2830
Email : pkbijatim@pkbi.or.id
Alamat : PKBI Daerah Jawa Timur, Jl. Indragiri No. 24, Surabaya
DM Instagram : @pkbijawatimur @klinikutamapkbijatim
Kontributor Penulis: Kyla Afiifah Putri Sahid
Referensi
Azzahra, S. A., Purwandari, D. A., & Hidayat, A. N. (2025). DAMPAK PERILAKU MOTHERING DALAM HUBUNGAN ROMANTIS: STUDI INTERAKSI INTERPERSONAL MAHASISWA UNJ. JICN: Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara, 2. https://jicnusantara.com/index.php/jicn
Iriyanto, S. A. A. (2024). Memahami depresi: Penyebab, gejala dan cara mengatasinya. Maliki Interdisciplinary Journal (MIJ), 2(10), 314–320. http://urj.uin-malang.ac.id/index.php/mij/index
Ningtyas, N. S. A., & Isaura, E. R. (2024). Makan secara Emosional dan Stres Psikologis: Mengungkap Perjuangan Tersembunyi Mahasiswa Internasional di Surabaya. Amerta Nutrition, 8(4), 583–593. https://doi.org/https://orcid.org/0000-0002-7121-8280
Patria, A. S., & Rismarini, N. A. (2025). Self-compassion sebagai prediktor stigma diri dalam mencari bantuan. Acta Psychologia, 07(01), 64–72. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/ap.v7i1.85277
Salsabila, A. (2024). GANGGUAN KESEHATAN MENTAL DAN KUALITAS BELAJAR SISWA. SocEd Sasambo Journal, 25–33.




