Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Timur dan Mahasiswa Magang dari BK UNESA menyelenggarakan Sosialisasi Regulasi Emosi dan Konseling Kelompok dengan menggunakan tema “Aku Dapat Mengelola Emosi Negatifku” di UPT Perlindungan Sosial dan Rehabilitas Marsudi Putra (PRSMP) Surabaya. Setiap tahun jumlah Anak yang Berhadapan Dengan Hukum (ABH) terus menarik perhatian banyak pihak. ABH atau kerap disebut Anak Binaan seringkali mendapat tekanan psikologis besar seperti kecemasan, rasa bersalah, ketidakpastian masa depan, serta stigma sosial. Menurut (Lydi & dkk, 2024) menunjukkan bahwa kondisi ini dapat memperburuk kesehatan mental mereka.
Namun sayangnya, banyak ABH yang belum mendapatkan keterampilan penting untuk mengelola emosi secara sehat. Padahal menurut penelitian (Nathelie & dkk, 2022) regulasi emosi adalah kemampuan untuk mengenali, memahami, dan mengendalikan emosi adalah kunci untuk mencegah perilaku negatif seperti agresif, impulsive, atau bahkan residivisme. Oleh karena itu pelatihan regulasi emosi sangat penting, melalui konseling kelompok anak-anak diajak untuk mengenali emosi yang mereka miliki dan apa yang dirasakan oleh tubuh mereka ketika emosi itu menguasai tubuhnya. Salah satu pendekatan yang menjanjikan adalah melalui konseling kelompok yang mengajarkan regulasi emosi melalui relaksasi dan meditasi.
Edukasi Kenali Emosi oleh Konselor Klinik Utama PKBI Jatim


Sebelum memasuki sesi konseling kelompok penting bagi Anak Binaan untuk memahami bahwa emosi itu beragam, bukan hanya “baik” dan ‘buruk.” Narasumber untuk materi Kenali Emosi adalah Ari Kresna, S.Psi, selaku konselor di Klinik Utama PKBI Jawa Timur. Konselor mengajak anak-anak untuk merasakan kembali perasaan yang dirasakan pada hari ini dengan metode bermain “Bola Emosi” melalui metode permainan ini, Konselor dan Anak Binaan dapat mengetahui emosi apa yang dirasakan secara dominan. Dapat diketahui enam dari sembilan orang menjawab bahwa perasaan nya adalah bentuk perasaan negatif.
Konselor memberikan materi tentang regulasi emosi, cara mengenali serta memberi label pada perasaan, dampak emosi terhadap diri, dan cara mengekspresikannya secara sehat. Anak Binaan juga diberi pemahaman mengenai penyebab emosi positif maupun negatif serta reaksi fisik yang menyertainya, disertai pertanyaan untuk mengecek pemahaman peserta.
Konseling Kelompok Oleh Akhsauma Dalla Arsyada, Mahasiswa BK UNESA

Sebagai upaya membantu Anak Binaan mengenali dan mengelola emosi, sebuah program konseling kelompok berbasis relaksasi dan meditasi menjadi relevan. Anak Binaan berkumpul dalam kelompok kecil dengan konselor yang paham kebutuhan mereka, Konselor membuka sesi konseling dengan pertanyaan-pertanyaan sederhana dan saling berkenalan dan memberi batasan kontak antara Konselor dan Anak Binaan. Dalam sesi konseling kelompok Konselor menggunakan alat pendukung Jurnal Emosi yang disusun bersama dengan Program Inklusi PKBI Jatim. Anak Binaan diarahkan untuk menulis jurnal untuk mengetahui perasaan apa saja yang berada di dalam tubuhnya dan bagaimana reaksi tubuhnya ketika emosi itu menguasai dirinya.


Setelah mengisi jurnal dan saling mengetahui emosi yang berada dalam tubuh masing-masing, Anak Binaan diajak berlatih pernapasan untuk membantu menenangkan tubuh dan pikiran. Teknik pernapasan yang dipakai oleh konselor adalah teknik pernapasan 4-4-6 yaitu, 4 detik mengambil napas, 4 detik tahan napas, dan 6 detik hembuskan napas dengan perlahan-lahan. Anak Binaan mulai merasakan dirinya sudah mulai merasa tenang dan pikirannya sudah mulai terasa ringan.
Lalu Anak Binaan diajak untuk meditasi dan visualisasi harapan dengan konselor yang menjadi narrator dengan diiringi oleh alunan lagu meditasi. Anak Binaan diajak untuk duduk yang nyaman dan menutup mata, konselor memberikan narasi bagaimana bayangan Anak Binaan ketika menuntaskan rehabilitasi di UPT PRSMP Surabaya, mengukir masa depan baru dengan harapan yang baru. Konselor Ari menjadi observer untuk mengetahui apakah ada Anak Binaan yang membutuhkan konseling lanjutan. Anak Binaan menyimak dengan seksama, merasakan seluruh perasaan yang selama ini mereka pendam.



Salah satu perwakilan anak membacakan hasil jurnal yang telah diisinya, hal ini dilakukan agar mereka saling menghargai dan saling mendukung satu sama lain. Agar anak tidak merasa sendiri. Sebelum menutup sesi konseling konselor memberikan afirmasi positif untuk Anak Binaan, hal ini dilakukan agar anak tetap memiliki rasa percaya diri dan impian yang baru setelah menuntaskan rehabilitasi di UPT PRSMP Surabaya.

Setelah konselor menutup sesi konseling kelompok, anak-anak diajak untuk menulis perasaan dan nama nya setelah mengikuti kedua kegiatan hari ini. Melalui konseling kelompok bersama Mahasiswa BK UNESA & Program INKLUSI PKBI Jatim, Anak Binaan dapat memahami emosi yang mereka rasakan dan bagaimana cara mereka untuk mengendalikan emosi tersebut.
Program INKLUSI PKBI Jawa Timur bersama Mahasiswa BK UNESA berkomitmen untuk terus mendukung pemenuhan Hak Anak, termasuk bagi Anak Binaan di UPT PRSMP Surabaya, melalui pendampingan berkelanjutan, penguatan literasi emosi, serta kegiatan pemberdayaan yang ramah anak. Melalui rangkaian kegiatan edukasi emosi, relaksasi, dan meditasi, diharapkan Anak Binaan mampu mengenali dirinya, mengelola emosi secara sehat, dan membangun perilaku positif sebagai bekal reintegrasi sosial. Kolaborasi ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendorong tumbuhnya generasi muda yang lebih berdaya.
Referensi
Dumornay, N. M., Finegold, K. E., Chablani, A., Elkins, L., Krouch, S., & Baldwin, M. (2022). Improved emotion regulation following a trauma-informed CBT-based intervention associates with reduced risk for recidivism in justice-involved emerging adults. Front Psychiatry. 2022; 13: 951429.
Wijaya, L. S., Nugroho, B., Melandri, T., Ramadhani, D. I., & Soetikno, N. (2024). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dan Kecemasan Anak Berhadapan Hukum di Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Jurnal Ilmu Perilaku, 8(2), 131-151.
Kontribus Penulis : Akhsauma Dalla Arsyada (Mahasiswa Bimbingan Konseling UNESA)
Kontak Hotline PKBI Daerah JawaTimur:
Nomor telepon : 0823-2360-2830
Email : pkbijatim@pkbi.or.id
Alamat: PKBI Daerah Jawa Timur, Jl. Indragiri No. 24, Surabaya




