Bunuh Diri kerap menjadi stigma negatif di masyarakat hingga saat ini tanpa memandang apa yang dihadapi oleh seseorang tersebut selama hidupnya. Bunuh diri bukan hanya sekadar “keinginan menyerah” melainkan sebuah kondisi ketika seseorang merasa tidak ada lagi harapan, beban emosionalnya sangat berat, dan dia merasa jalan terakhir adalah mengakhiri hidup sendiri. Kondisi ini sering dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental, tekanan hidup, dan kurangnya dukungan sosial. WHO (World Health Organization) menyatakan bahwa 1 dari 7 remaja usia 10-19 tahun mengalami permasalahan mental diantaranya ialah depresi, kecemasan serta gangguan perilaku (WHO,2021). Di Indonesia sendiri, Kementrian Kesehatan mencatat bahwa pada tahun 2022 terdapat 827 kasus bunuh diri yang mana jumlah tersebut merupakan peningkatan dari tahun sebelumnya (Tasya, 2023). Selain itu, salah satu penelitian dari universitas di Jakarta mendapati sebanyak 34,5% remaja berusia 18-24 tahun memiliki ide untuk bunuh diri (Fitri, 2023). Berdasarkan dari banyaknya kasus bunuh diri yang berada di mancanegara, WHO mencetuskan bahwa pada tanggal 10 September menjadi World Suicide Prevention Day yang ditujukan bukan hanya sekedar seremoni melainkan sebagai pengingat bahwa permasalahan bunuh diri merupakan hal yang nyata dan tidak hanya sekedar narasi belaka. Menurut Jatmiko (2020) terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi insiden tersebut antara lain :
- Faktor Psikologis : Kecemasan, Depresi, Putus Asa, Stress, Kesepian
- Faktor Keluarga : Konflik antar anggota keluarga, Kekerasan dalam rumah tangga, brokenhome, Kehilangan salah satu anggota keluarga, Pengabaian, Tuntutan dari keluarga yang di luar kapasitas diri.
- Faktor Ekonomi : Status Ekonomi Keluarga dan Individu, Kebutuhan yang banyak dan mendesak, Hutang.
- Faktor Hubungan dan Pertemanan : Bullying, Kurangnya dukungan dalam pertemanan,, Pergaulan yang menyimpang, Toxic Relationship, Kekerasan Berbasis Gender Online.
- Faktor Teknologi dan Pendidikan : Fomo, Cyberbullying, Tekanan akademik yang berlebihan.
Dari faktor-faktor tersebut menunjukkan bahwa bunuh diri bukan semata masalah individu, melainkan juga erat kaitannya dengan kesehatan mental dan kualitas dukungan sosial yang diterima. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental menjadi sangat penting agar seseorang mampu menghadapi tekanan hidup, mengelola emosi, dan membangun hubungan sosial yang sehat sebagai bentuk pencegahan bunuh diri.
Berikut Tips & Tricks Menjaga Kesehatan Mental yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk mencegah resiko bunuh diri :
- Gaya hidup sehat : Tidur cukup, makan yang bergizi, olahraga ringan. Aktivitas fisik sederhana seperti jalan pagi, bersepeda, atau bermain bola bisa membantu pikiran lebih tenang.
- Atur penggunaan media sosial : jika dirasa konten atau komentar yang muncul membawa dampak negatif maka hindarilah
- Alihkan pikiran negatif pada kegiatan yang positif dan menyenangkan : Menggambar, Berolahraga, Mendengarkan musik semangat, Bergabung dengan komunitas yang suportif.
- Bercerita dan mengungkapkan apa yang dirasakan kepada orang terdekat
- Melakukan konsultasi kesehatan mental kepada ahli

Menjaga kesehatan mental bukanlah perjalanan yang harus dilalui sendirian. PKBI Jawa Timur hadir melalui layanan E-Konsul dan Layanan Konseling Psikolog profesional di Klinik PKBI Jawa Timur. Salah satu Layanan Psikolog dengan biaya terjangkau di Surabaya ini hadir untuk menjadi ruang aman dan nyaman serta tempat kamu bisa berbagi cerita langsung dengan tenaga ahli profesional. Kamu bisa akses E-Konsul pada tautan https://ekonsul.pkbi-jatim.or.id/.
Ingatlah bahwa hidupmu berharga dan ceritamu bermakna. Jangan ragu untuk meminta pertolongan karena setiap percakapan bisa menjadi langkah awal dari pemulihan. Cari pertolongan untuk masalah kesehatan mental? PKBI Jawa Timur dan Klinik Utama PKBI Jatim menyediakan layanan konseling dan psikolog profesional di Surabaya. Jangan ragu, hidupmu berharga!
Kontributor Penulis: Shinta Annisa Damayanti (Mahasiswa Bimbingan dan Konseling UNESA)
Kontak:
Hotline PKBI Daerah Jawa Timur
Nomor Whatsapp: +62 823-2360-2830
Email : pkbijatim@pkbi.or.id
Alamat : PKBI Daerah Jawa Timur, Jl. Indragiri No. 24, Surabaya
Daftar Pustaka :
Fitri, A. (2023). Program Preventif Bunuh Diri Untuk Mengurangi Ide Dan Percobaan Bunuh
Diri. IDEA: Jurnal Psikologi, 7(1), 12-22.
International Association for Suicide Prevention. (2023). World Suicide Prevention Day. https://www.iasp.info/wspd/
Jatmiko, I. (2020). Analisis faktor penyebab ide bunuh diri pada remaja (Doctoral
dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA).
Tasya. (2023). Data kasus bunuh diri di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI.
World Health Organization. (2021). Adolescent mental health. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-mental-health



