“Ngapain rutin tes kesehatan? Kan nggak sakit.”, “Paling cuma akal-akalan asing”, pernah dengar kalimat seperti itu?
Di tengah semakin mudahnya akses informasi kesehatan, ternyata masih ada aja satu hal yang sulit untuk dihilangkan: tabu untuk memeriksa kesehatan diri sendiri. Ada yang merasa pemeriksaan kesehatan hanya perlu dilakukan ketika tubuh sudah benar-benar sakit. Ada juga yang menganggap orang yang rutin melakukan pemeriksaan tertentu pasti sedang punya masalah kesehatan tertentu. Padahal, periksa kesehatan bukanlah tanda bahwa kita sakit. Bisa jadi justru tanda bahwa kita sedang peduli. Karena sehat itu bukan cuma soal “nggak merasa sakit”. Kita sering mengukur kesehatan dari hal yang paling sederhana: badan terasa enak, masih bisa beraktivitas, tidak merasa demam, tidak sedang pusing.
Masalahnya, tidak semua kondisi kesehatan langsung memberikan tanda yang bisa kita rasakan. Itulah mengapa pemeriksaan atau skrining tertentu dapat dilakukan pada orang yang terlihat sehat untuk menemukan kondisi atau risiko kesehatan sebelum muncul gejala (World Health Organization [WHO], 2020). Jadi, merasa sehat dan mengetahui kondisi kesehatan adalah dua hal yang berbeda. Kita bisa baik-baik saja, tetapi belum tentu tahu bagaimana kondisi tekanan darah, gula darah, kolesterol, atau indikator kesehatan lainnya. Karena bisa saja ketika datang untuk satu pemeriksaan, ternyata ada hal lain yang baru diketahui, salah satu alasan pemeriksaan rutin penting adalah karena hasilnya bisa memberikan gambaran yang lebih luas tentang kondisi tubuh.

Sumber: Reddit 2026

Sumber: Reddit, 2023
Dalam salah satu kegiatan pemeriksaan kesehatan Kementerian Kesehatan pada 2018, dari sekitar 600 orang yang melakukan pemeriksaan, sekitar 30% ditemukan mengalami hipertensi dan lebih dari 10% mengalami diabetes. Pemeriksaan tersebut mencakup antara lain gula darah, jantung, kolesterol, dan tekanan darah. Pada program Cek Kesehatan yang dilaporkan Kemenkes pada 2025, dari lebih dari 8,2 juta peserta, temuan yang banyak muncul antara lain hipertensi, diabetes melitus, dan masalah kesehatan gigi. Data tersebut menunjukkan bahwa pemeriksaan dapat membantu menemukan masalah kesehatan yang sebelumnya mungkin belum disadari oleh seseorang. Bukan berarti mengakses medical check-up atau MCU akan menemukan penyakit, namun justru tujuan utamanya adalah mengetahui kondisi tubuh lebih awal dan membantu seseorang mengambil langkah yang tepat.
Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk membantu mengetahui tanda atau masalah kesehatan lebih dini dan mengurangi risiko penyakit ditemukan ketika sudah terlambat (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2023). Artinya, pemeriksaan kesehatan bukan tentang “mencari penyakit”, tetapi pemeriksaan adalah tentang mencari tahu tanpa harus menunggu merasa sakit atau menerapkan konsep mencegah lebih baik daripada mengobati.
Jika dipikirkan dari kebiasaan kita sehari-hari, kita merawat motor dan mobil dengan rutin cek dan servis secara berkala sebelum dipakai perjalanan jauh, tapi tubuh sendiri? justru seringkali diabaikan-“pusing nanti juga hilang”, “capek pasti kurang tidur”, “berat badan naik sedikit, nggak apa-apa”, “nanti aja periksa kalau sudah parah”-dan baru diperhatikan setelah muncul keluhan. Padahal, prinsip kesehatan tidak hanya berbicara tentang mengobati ketika seseorang sakit. Pencegahan, dan deteksi dini juga merupakan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan (WHO, 2022).[1]
Kalau bisa tahu dari awal, kenapa harus menunggu tubuh memberi alarm?
Merdeka bukan cuma bebas dari penjajahan atau tekanan luar. Merdeka juga bisa berarti bebas mengambil keputusan untuk menjaga diri tanpa dibatasi stigma. Bebas dari anggapan bahwa pemeriksaan tertentu hanya dilakukan oleh kelompok tertentu, dan bebas dari rasa malu untuk bertanya atau mencari tahu kondisi kesehatan sendiri. Karena pada akhirnya, yang menjalani tubuh ini adalah kita sendiri. Jadi, ketika ada yang bilang “ngapain rutin tes? kan nggak sakit.” mungkin jawabannya sederhana “justru karena nggak mau nunggu sakit baru periksa”. Rutin memeriksakan kesehatan bukan berarti kita berlebihan. Pemeriksaan juga bukan jaminan bahwa seseorang pasti bebas dari penyakit. Jenis pemeriksaan pun sebaiknya disesuaikan dengan usia, kondisi, faktor risiko, dan rekomendasi tenaga kesehatan karena tidak semua screening cocok dilakukan untuk semua orang (WHO, 2020).
Jangan jadikan “merasa sehat” sebagai satu-satunya alasan untuk mengabaikan kesehatan. Jangan tunggu sakit untuk mulai peduli, karena kesehatan bukan sesuatu yang baru perlu dipikirkan ketika tubuh sudah menyerah. Mulai dari hal sederhana yakni kenali kondisi tubuh, konsultasikan kebutuhan pemeriksaan dengan tenaga kesehatan, dan lakukan pemeriksaan yang memang sesuai dengan kebutuhanmu. Tes kesehatan rutin. Jangan cuma periksa saat sakit. Cegah sebelum terlambat.[2] [3] [4]

Sumber: Reddit, 2026
Kalau selama ini kamu berpikir, “Aku sehat-sehat aja, memang perlu MCU?”, mungkin sekarang saatnya melihat pemeriksaan kesehatan dari sudut pandang yang berbeda. MCU bukan berarti tentang mencari-cari penyakit, MCU adalah kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatanmu dan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah selanjutnya bersama tenaga kesehatan. Melalui MCU, kondisi kesehatan dapat diperiksa secara lebih menyeluruh sesuai dengan kebutuhan dan faktor risiko masing-masing. Hasil pemeriksaan juga dapat menjadi informasi awal untuk menentukan apakah kamu cukup melakukan pemantauan, perlu melakukan pemeriksaan lanjutan, atau mendapatkan rekomendasi kesehatan dari tenaga medis. Jadi, jangan cuma datang ketika sudah sakit.
Cek sekarang, kenali kondisimu, dan lebih siap menentukan langkah kesehatan. Yuk, mulai peduli dengan kesehatanmu melalui Medical Check-Up (MCU) di Klinik PKBI Jawa Timur. Klinik Utama PKBI Jawa Timur menyediakan Paket Pemeriksaan Medical Check-Up yang meliputi pemeriksaan umum, fungsi hati (SGOT), gula darah sewaktu/acak, asam urat, dan kolesterol hanya dengan Rp 391.500,-. Karena peduli kesehatan bukan berarti takut sakit. Segera jadwalkan MCU-mu melalui WhatsApp 0823-2360-2830 atau DM Instagram @klinikutamapkbijatim dan mulai lebih kenal dengan kondisi tubuh sendiri.
Kontak Hotline PKBI Daerah Jawa Timur:
Hotline Whatsapp : 0823-2360-2830
Email : pkbijatim@pkbi.or.id
Alamat : PKBI Daerah Jawa Timur, Jl. Indragiri No. 24, Surabaya
DM Instagram : @klinikutamapkbijatim
Kontributor Penulis : Rahma Zakia Salwa
Sumber Referensi:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Pentingnya pemeriksaan rutin. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
World Health Organization. (2020). Screening programmes: A short guide. Increase effectiveness, maximize benefits and minimize harm. WHO Regional Office for Europe. https://www.who.int/publications/i/item/9789289054782
World Health Organization. (2022). Primary health care. https://www.who.int/news-room/questions-and-answers/item/primary-health-care




