Masih Takut ke Psikolog? Pentingnya Konseling Psikologi untuk Remaja dan Dewasa Muda di Surabaya

Di tengah hiruk-pikuk dan tingginya ritme kehidupan modern, tekanan mental sering kali menjadi beban tidak kasat mata yang dipikul oleh banyak anak muda (Mustika et al., 2025). Mulai dari tuntutan akademik, persaingan dunia kerja, hingga dinamika hubungan personal kerap memicu kondisi stres, cemas, hingga titik jenuh yang ekstrem atau burnout. Sayangnya, alarm tubuh seperti perubahan pola tidur yang berantakan, nafsu makan yang hilang, hingga kecenderungan untuk menarik diri dari lingkungan sosial sering kali diabaikan dan hanya dianggap sebagai kelelahan fisik biasa. Padahal, ketika tanda-tanda tersebut sudah mengganggu aktivitas sehari-hari selama lebih dari dua minggu, tubuh dan pikiran sebenarnya sedang mengirimkan sinyal kuat bahwa seseorang sedang membutuhkan bantuan dari tenaga profesional (Kartiani, 2024).

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi masyarakat saat ini bukanlah minimnya fasilitas kesehatan, melainkan tembok stigma yang masih berdiri kokoh di tengah lingkungan sosial. Anggapan bahwa datang ke psikolog atau konselor hanya diperuntukkan bagi mereka yang mengalami gangguan jiwa berat, atau bahwa mencari bantuan adalah bentuk kelemahan mental, sering kali membuat banyak orang mengurungkan niatnya untuk pulih (Nurazijah et al., 2026). Pandangan keliru seperti ini justru membuat benang kusut di dalam pikiran semakin menumpuk hingga memicu dampak yang lebih fatal. Pada kenyataannya, melangkah ke ruang konseling merupakan sebuah tindakan preventif yang sangat berani, sekaligus bentuk tanggung jawab dan rasa sayang yang nyata terhadap kelangsungan hidup diri sendiri (Meriana, 2025).

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, saat ini telah tersedia berbagai pilihan layanan kesehatan mental yang inklusif, terjangkau, dan sangat ramah terhadap kelompok usia muda. Bagi masyarakat yang mencari ruang aman dengan pendekatan yang hangat dan tidak menghakimi, layanan konseling psikolog di Surabaya melalui Klinik Utama PKBI Jatim menjadi salah satu alternatif utama yang sangat direkomendasikan. Melalui pendekatan yang humanis dan berfokus pada kerahasiaan klien, layanan ini membantu remaja serta dewasa muda untuk mengurai tekanan psikologis tanpa perlu merasa dihakimi. Selain itu terdapat juga e-konsul yang mana konseling dilakukan berbasis online yang bisa diakses lebih cepat saat keadaan mendesak. Layanan e-konsul membantu masyarakat yang merasa canggung datang langsung, memiliki keterbatasan waktu, atau membutuhkan ruang cerita yang lebih privat.

Sebelum memutuskan untuk datang dan melakukan sesi konsultasi, masyarakat dihimbau untuk mengenali terlebih dahulu jenis layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang dimiliki. Proses konseling itu sendiri berjalan dalam suasana yang sepenuhnya aman, di mana seorang psikolog klinis atau konselor profesional akan mendengarkan keluhan secara objektif, membantu memetakan akar masalah, serta bersama-sama merumuskan strategi penanganan atau coping mechanism yang sehat. Seluruh proses ini dilindungi secara ketat oleh kode etik profesi, sehingga kerahasiaan identitas maupun cerita klien dijamin tidak akan bocor ke pihak luar. Dengan kemudahan akses dan jaminan kenyamanan yang ditawarkan oleh berbagai lembaga seperti Klinik Utama PKBI, menjaga kesehatan mental kini tidak lagi harus menjadi hal yang menakutkan, karena setiap orang berhak untuk mendapatkan ruang aman demi masa depan yang lebih sehat dan berdaya. Mencari bantuan profesional bukan berarti lemah. Justru itu tanda bahwa seseorang sedang berusaha menjaga dirinya tetap bertahan.

Kontak Hotline PKBI Daerah Jawa Timur: 

Nomor Whatsapp       : 0823-2360-2830
Email                          : pkbijatim@pkbi.or.id  
Alamat                        : PKBI Daerah Jawa Timur, Jl. Indragiri No. 24, Surabaya
DM Instagram            : @pkbijawatimur  @klinikutamapkbijatim
Kontributor Penulis : Kyla Afiifah Putri Sahid

Referensi

Kartiani, A. (2024). Bridging the Gap: Help Seeking Behavior and Mental Health Service
Utilization Among Indonesian Adolescents. Medicor: Journal of Health Informatics and Health Citation, 101(2), 101–112.
Meriana, T. (2025). Fenomena Kesehatan Mental Mahasiswa di Tahun 2025: Urgensi Help- Seeking Behavior Sebagai Strategi Adaptif. JOURNAL SYNTAX IDEA, 7(9).
https://doi.org/https://doi.org/10.46799/syntaxidea.v7i9.13548
Mustika, I., Hayati, S., Psikologi, F., Kesehatan, D., Sunan, U., & Surabaya, A. (2025).
Modern Lifestyle and Mental Health: An Observational Study Among Young Adults.
International Conference on Sustainable Health Promotion. https://doi.org/https://doi.org/10.29080/icoshpro.v4i1.3453
Nurazijah, R. S., Fauziah, S., & Patimah, P. (2026). The Relationship Between Mental Health Literacy and The Attitude Toward Seeking Professional Psychological Help in Junior High School. Jurnal Kesehatan Komunitas Indonesia, 6(1), 1–10.
https://doi.org/10.58545/jkki.v6i1.682

    Write a comment