Masih banyak masyarakat yang merasa ragu untuk memeriksakan kondisi kesehatannya. Rasa takut dihakimi, kekhawatiran akan kerahasiaan informasi pribadi, hingga anggapan bahwa beberapa masalah kesehatan merupakan hal yang tabu seringkali menjadi alasan seseorang menunda pemeriksaan. Padahal, semakin cepat seseorang berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, semakin besar peluang untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini dan memperoleh penanganan yang tepat. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa stigma dan diskriminasi di fasilitas kesehatan masih menjadi salah satu hambatan dalam meningkatkan akses layanan kesehatan. Oleh karena itu, setiap fasilitas kesehatan perlu menghadirkan pelayanan yang aman, menghormati hak pasien, serta menjaga kerahasiaan informasi medis agar masyarakat merasa nyaman ketika mengakses layanan kesehatan (World Health Organization, 2024).
Membangun rasa aman dalam pelayanan kesehatan bukan hanya tentang tersedianya fasilitas dan tenaga kesehatan yang kompeten, tetapi juga tentang bagaimana setiap pasien diperlakukan dengan hormat, didengarkan kebutuhannya, dan dilayani tanpa diskriminasi. Penelitian yang dilakukan oleh Nyblade et al. (2019) menunjukkan bahwa stigma di fasilitas kesehatan dapat membuat seseorang menunda pemeriksaan, enggan berkonsultasi, bahkan menghentikan pengobatan. Sebaliknya, ketika pelayanan diberikan secara profesional, menjaga privasi, dan berpusat pada kebutuhan pasien (patient-centered care), kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan akan meningkat. Kepercayaan inilah yang menjadi langkah awal agar masyarakat tidak lagi takut memeriksakan kesehatannya.
Komitmen tersebut terus diwujudkan oleh Klinik Utama PKBI Jawa Timur melalui penyediaan layanan kesehatan yang profesional, aman, serta menjunjung tinggi kerahasiaan pasien. Kepercayaan masyarakat terhadap layanan ini tercermin dari data pelayanan periode Januari-Juli 2026, di mana sebanyak 2.309 klien telah memanfaatkan berbagai layanan yang tersedia, sementara 337 klien memperoleh pelayanan konsultasi secara online di website e-konsul. Data tersebut menunjukkan bahwa semakin banyak masyarakat yang mempercayakan kebutuhan kesehatannya kepada Klinik Utama PKBI Jawa Timur. Selain layanan tatap muka, masyarakat juga memanfaatkan layanan e-konsul sebagai alternatif konsultasi yang mudah diakses. Selama periode yang sama, layanan E-Konsul dimanfaatkan oleh 184 klien untuk layanan HIV & AIDS, 103 klien untuk IMS dan Infeksi Saluran Reproduksi (ISR), 82 klien untuk layanan kesehatan seksual dan reproduksi, 54 klien untuk layanan kontrasepsi, serta 51 klien untuk layanan ginekologi (Data Internal Klinik Utama PKBI Jawa Timur, 2026).
Data tersebut menjadi bukti bahwa ketika masyarakat diberikan ruang konsultasi yang aman, nyaman, dan tidak menghakimi. Dimana mereka akan lebih berani mencari bantuan profesional. Hal ini juga terlihat dari tingginya intensitas layanan di Klinik Utama PKBI Jatim, yang mencatat 1.533 konsultasi HIV & AIDS, 1.115 konsultasi IMS dan ISR, 1.091 konsultasi kesehatan seksual dan reproduksi, serta 532 konsultasi kontrasepsi selama Januari–Juli 2026. Tingginya angka konsultasi menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya datang sekali, tetapi kembali memanfaatkan layanan sesuai kebutuhan. Kondisi ini mencerminkan adanya hubungan saling percaya antara tenaga kesehatan dan pasien, yang menjadi salah satu indikator penting dalam pelayanan kesehatan yang berkualitas (World Health Organization, 2024).
Rasa ragu dan cemas tidak seharusnya menghalangi Anda untuk memeriksakan kesehatan. Klinik Utama PKBI Jawa Timur siap menyediakan ruang yang aman, tenang, dan bersahabat bagi siapa saja. Di sini, Anda bebas berkonsultasi secara terbuka tanpa perlu merasa cemas akan dinilai atau dihakimi. Setiap penanganan dilakukan langsung oleh tenaga medis profesional yang memegang teguh etika dan menjaga privasi Anda sepenuh hati. Bagaimanapun juga, mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, aman, dan memanusiakan pasien adalah hak setiap orang. Memberanikan diri untuk datang dan berkonsultasi hari ini bukan cuma soal berobat, melainkan langkah nyata dalam menyayangi diri sendiri demi kualitas hidup yang lebih baik
Layanan kesehatan yang aman bukan hanya tentang memberikan pengobatan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang membuat setiap orang merasa diterima, dihargai, dan tidak takut untuk berkonsultasi. Melalui pelayanan yang profesional, menjaga kerahasiaan pasien, serta mengedepankan pendekatan yang ramah dan tanpa stigma, Klinik Utama PKBI Jatim terus berupaya menjadi ruang yang aman bagi masyarakat untuk memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhannya. Tidak perlu menunggu hingga kondisi semakin berat untuk memeriksakan diri. Memanfaatkan layanan kesehatan sejak dini merupakan langkah bijak untuk menjaga kesehatan diri sendiri sekaligus meningkatkan kualitas hidup.
Kontak Hotline PKBI Daerah Jawa Timur:
Nomor Whatsapp : 0823-2360-2830
Email : pkbijatim@pkbi.or.id
Alamat : PKBI Daerah Jawa Timur, Jl. Indragiri No. 24, Surabaya
DM Instagram : @pkbijawatimur @klinikutamapkbijatim @gueberani_surabaya
Kontributor Penulis : Amelia Putri Eka Yusiana (Mahasiswi BK UNESA)
Sumber Referensi :
Data Internal Klinik Utama PKBI Jawa Timur. (2026). Openemr Statistics Report Januari–Juli 2026.
Nyblade, L., Stockton, M. A., Giger, K., et al. (2019). Stigma in health facilities: Why it matters and how we can change it. BMC Medicine, 17(25), 25. https://doi.org/10.1186/s12916-019-1256-2
World Health Organization. (2024). Ensuring quality health care by reducing HIV-related stigma and discrimination. Geneva: World Health Organization.




