Senin, 10 Agustus 2026 – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) berkolaborasi dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Daerah Jawa Timur dalam memperkuat kapasitas staf melalui Kegiatan bertema “Penguatan Kapasitas dalam Isu Perubahan Iklim, Gender, Kesehatan, dan Lingkungan”. Kegiatan diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari staf PKBI Jatim, Relawan SeBAYA, dan Mahasiswa magang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai keterkaitan perubahan iklim, gender, kesehatan seksual dan reproduksi, SDGs, serta pengelolaan lingkungan sebagai dasar dalam pelaksanaan program yang responsif dan berkelanjutan. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya FISIP UB dan PKBI Jawa Timur untuk mendorong Green Organizational Culture atau budaya organisasi hijau melalui penguatan kesadaran terhadap persoalan lingkungan. Salah satu bentuk penguatan tersebut diarahkan melalui penyusunan Guideline Pengelolaan Sampah pada Lembaga. Selain itu, kolaborasi juga mencakup upaya mengembangkan sampah plastik menjadi produk yang dapat digunakan kembali seperti tote bag bersama mitra lainnya. Langkah ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat tetapi dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini dibuka secara resmi dengan sambutan dari Direktur Eksekutif Daerah PKBI Jawa Timur, Ibu Zahrotul Ulya, S.Kep., M.M. Beliau menegaskan pentingnya integrasi pengetahuan akademis dalam merespons isu-isu krisis di lapangan.
“Upaya PKBI dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) memerlukan pemahaman mendalam. Materi dan kepakaran dari Universitas Brawijaya memberikan manfaat besar bagi PKBI Jatim khususnya dalam merespons peristiwa krisis atau bencana, berkomunikasi secara efektif dengan masyarakat terdampak, merancang program kerja yang selaras dengan SDGs, serta membangun kesadaran dan aksi nyata terhadap masalah sampah di lingkungan kita,” pangkas Ibu Zahra.
Dalam sambutannya, Ibu Zahra menyampaikan upaya PKBI Jatim dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Materi yang diberikan oleh FISIP UB diharapkan dapat memperkuat respons PKBI Jatim dalam menghadapi situasi krisis, membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat terdampak, menyusun program yang selaras dengan SDGs, serta meningkatkan kesadaran dan aksi terhadap persoalan sampah di lingkungan.

Sesi pertama disampaikan oleh Ibu Wifka Rahma Syauki, S.I.Kom., M.Si. dengan materi mengenai keterkaitan perubahan iklim, gender, dan kesehatan reproduksi. Pembahasan menyoroti bagaimana bencana yang berkaitan dengan perubahan iklim dapat memberikan dampak berbeda terhadap masyarakat berdasarkan kondisi dan pengalaman gender. Dalam kondisi bencana maupun pengungsian, pemenuhan hak serta kesehatan seksual dan reproduksi juga dapat menghadapi berbagai hambatan. Karena itu, komunikasi kepada masyarakat perlu dilakukan secara tepat, sensitif gender, dan sesuai dengan kondisi masyarakat terdampak. Ibu Wifka juga memperkenalkan pendekatan Communication for Social Change (CSC) dalam menangani masyarakat terdampak bencana. Pendekatan ini dimulai dengan memahami pemicu dan persoalan utama yang dihadapi masyarakat. Selanjutnya dilakukan dialog yang solutif dan empatis, membangun pemahaman bersama, mendorong aksi kolektif, serta melakukan evaluasi untuk melihat pendekatan yang berhasil dan menentukan perbaikan selanjutnya.

Materi berikutnya disampaikan oleh Ibu Primadiana Yunita, S.IP., M.A. yang membahas SDGs dan penerapannya dalam perencanaan program. Terdapat 17 tujuan SDGs yang ditargetkan untuk dicapai pada tahun 2030. Dalam konteks PKBI Jatim, isu kesehatan dan kesejahteraan menjadi salah satu fokus yang penting. Dalam penyusunan program, SDGs tidak ditempatkan sebagai titik awal. Program sebaiknya dimulai dari persoalan nyata dan ditemukan di lapangan kemudian dikaitkan dengan tujuan SDGs yang relevan. Dengan cara ini, program dapat memiliki arah perubahan yang lebih jelas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kerangka perencanaan yang dibahas mencakup masalah, sasaran, SDGs yang relevan, perubahan yang ingin dicapai, intervensi, serta indikator. Indikator kemudian digunakan untuk melihat jumlah atau persentase sasaran, perubahan yang diharapkan, besaran perubahan, dan jangka waktu pencapaiannya. Dalam kegiatan tersebut, Staf PKBI Jatim turut berpartisipasi dalam praktek menyusun rancangan program kerja menggunakan pendekatan tersebut.

Dari Kebiasaan Sederhana Menuju Pengelolaan Sampah, Dr. Wayan Weda Asmara Dewi, S.I.Kom., M.I.Kom. membawakan materi mengenai pengelolaan sampah berbasis pemilahan. Sampah dibedakan menjadi tiga kategori utama yaitu organik, anorganik, dan residual. Pengelolaan sampah juga dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Pada tingkat individu, misalnya dengan menghabiskan makanan, membawa botol minum, dan menggunakan kantong belanja yang dapat digunakan kembali. Sementara di tingkat rumah tangga, pemilahan dapat dilakukan dengan menyediakan tempat sampah yang berbeda sesuai jenisnya. Kebiasaan kecil tersebut menjadi penting ketika diterapkan secara konsisten di lingkungan organisasi. Pengelolaan sampah bukan hanya persoalan membuang sampah pada tempatnya tetapi juga bagaimana sampah dipilah sejak awal dan dikurangi dari sumbernya. Upaya tersebut sejalan dengan rencana untuk memperkuat Green Organizational Culture di lingkungan PKBI Jawa Timur melalui penyusunan Guideline Pengelolaan Sampah pada Lembaga. Pemanfaatan sampah plastik menjadi produk daur ulang seperti tote bag juga menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana persoalan sampah dapat diubah menjadi aksi yang memiliki manfaat.

Kolaborasi FISIP Universitas Brawijaya dan PKBI Jawa Timur menjadi langkah untuk menghubungkan isu lingkungan dengan isu kesehatan, perubahan iklim, gender, dan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan peningkatan kapasitas ini tidak hanya memberikan pengetahuan kepada staf tetapi juga mendorong adanya langkah lanjutan yang dapat diterapkan dalam kerja organisasi. Beberapa rencana tindak lanjut yang dihasilkan yaitu penggunaan pendekatan Communication for Social Change dalam misi kemanusiaan PKBI Jatim di masa mendatang, penerapan kerangka perancangan program yang jelas dan sesuai dengan SDGs, serta peningkatan penerapan pemilahan dan pengelolaan sampah mulai dari tingkat individu. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk membangun lingkungan organisasi yang lebih sadar terhadap persoalan lingkungan. Melalui penguatan kapasitas staf, penyusunan pedoman pengelolaan sampah, dan pemanfaatan sampah plastik menjadi produk yang dapat digunakan kembali, PKBI Jawa Timur akan terus mendukung upaya pelestarian lingkungan. Komitmen tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan bersama sehingga Green Organizational Culture tidak hanya menjadi sebuah gagasan tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas dan budaya kerja sehari-hari di lingkungan PKBI Jawa Timur.
#PKBIJatim #FisipUB #PengelolaanSampah #GreenOrganizationalCulture #SDGs
Kontak Hotline PKBI Daerah Jawa Timur:
Nomor telepon : 0823-2360-2830
Email : pkbijatim@pkbi.or.id
Alamat : PKBI Daerah Jawa Timur, Jl. Indragiri No. 24, Surabaya




