Indonesia merupakan negara yang dikenal memiliki keberagaman budaya yang sangat luas. Keberagaman tersebut terlihat dari banyaknya suku bangsa, bahasa daerah, adat istiadat, kesenian tradisional, hingga kepercayaan yang hidup di tengah masyarakat. Kondisi ini menjadikan Indonesia sebagai negara multikultural yang memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan negara lain (Darojat et al., 2026). Keberagaman budaya menjadi salah satu identitas nasional yang harus dijaga bersama oleh seluruh masyarakat Indonesia. Perbedaan budaya yang ada tidak seharusnya menjadi penyebab perpecahan, melainkan menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan bangsa. Nilai persatuan dalam keberagaman juga tercermin dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang memiliki arti berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan (Waman & Dewi, 2020).

Di lingkungan masyarakat, keberagaman budaya dapat membantu menumbuhkan sikap toleransi antar individu. Masyarakat belajar untuk menghormati adat, kebiasaan, dan kepercayaan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Sikap toleransi tersebut sangat penting untuk menjaga kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat yang majemuk (Sudrirman et al., 2021). Selain memiliki nilai sosial, keberagaman budaya juga memberikan manfaat dalam bidang pendidikan. Sekolah memiliki peran penting dalam mengenalkan budaya lokal kepada peserta didik sejak usia dini. Melalui pendidikan, siswa dapat memahami pentingnya menghargai perbedaan dan menjaga budaya daerah agar tidak hilang akibat perkembangan zaman (Anggraeni et al., 2022).
Namun, perkembangan globalisasi dan teknologi saat ini mulai memberikan tantangan terhadap pelestarian budaya lokal. Banyak generasi muda yang lebih tertarik pada budaya asing dibandingkan budaya tradisional Indonesia. Jika kondisi tersebut terus terjadi, maka budaya daerah dikhawatirkan akan semakin ditinggalkan oleh masyarakat, khususnya kalangan remaja (Darojat et al., 2026). Oleh karena itu, pelestarian budaya perlu dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat, pemerintah, dan lembaga pendidikan. Kegiatan budaya seperti festival daerah, pertunjukan seni tradisional, serta penggunaan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi langkah untuk menjaga keberagaman budaya Indonesia tetap lestari. Dengan adanya kesadaran masyarakat untuk menjaga budaya lokal, identitas bangsa Indonesia akan tetap terpelihara di tengah perkembangan dunia modern (Setyabudi, 2020).

Selain itu, keberagaman budaya juga dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. Banyak wisatawan tertarik mengunjungi berbagai daerah di Indonesia karena memiliki tradisi, pakaian adat, tarian, serta makanan khas yang berbeda-beda. Keunikan budaya tersebut mampu memperkenalkan identitas Indonesia kepada dunia internasional sekaligus membantu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pariwisata budaya (Setyabudi, 2020). Di era digital saat ini, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga keberagaman budaya melalui media sosial. Berbagai konten mengenai budaya lokal seperti tarian daerah, lagu tradisional, bahasa daerah, dan upacara adat mulai banyak diperkenalkan oleh generasi muda melalui platform digital. Hal tersebut dapat membantu meningkatkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia serta mendorong masyarakat untuk ikut melestarikan budaya daerah agar tidak hilang akibat pengaruh budaya asing (Sudrirman et al., 2021).

Sebagai lembaga yang bergerak di bidang kemanusiaan, kesetaraan hak, serta keberagaman gender, Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Timur terus mendorong terciptanya ruang yang aman, inklusif, dan menghargai keberagaman di tengah masyarakat. Melalui berbagai program edukasi, pendampingan remaja, layanan kesehatan, hingga kampanye sosial, PKBI Jawa Timur berupaya membangun kesadaran bahwa setiap individu berhak mendapatkan perlakuan yang setara tanpa diskriminasi terhadap latar belakang budaya, agama, gender, maupun identitas sosial lainnya. Nilai keberagaman tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun kesehatan mental, hubungan sosial yang sehat, serta lingkungan yang lebih suportif bagi generasi muda di Jawa Timur.
Kontak Hotline PKBI Daerah Jawa Timur:
Nomor Whatsapp : 0823-2360-2830
Email : pkbijatim@pkbi.or.id
Alamat : PKBI Daerah Jawa Timur Jl. Indragiri No. 24, Surabaya
DM Instagram : @pkbijawatimur @klinikutamapkbijatim
Kontributor Penulis : Ni Luh Ayu Widita Putri
Sumber Referensi
Anggraeni, M., Febriyani, S. A., Wahyuningsih, Y., & Rustini, T. (2022). Pengembangan sikap toleransi siswa sekolah dasar pada keberagaman di Indonesia. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar, 7(1), 116–124. https://doi.org/10.22437/gentala.v7i1.15694
Darojat, A. J. S., Utama, A. P., Suwarno, P., Uksan, A., & Setiawibawa, R. (2026). Menjaga harmoni dengan mengelola keberagaman agama dan budaya sebagai identitas nasional Indonesia. J-CEKI: Jurnal Cendekia Ilmiah, 5(3). https://doi.org/10.56799/j-ceki.v5i3.15566
Setyabudi, M. N. P. (2020). Penguatan toleransi bagi pemajuan budaya keagamaan: Studi atas praktik toleransi agama di Puja Mandala Bali. Harmoni, 19(2), 222–239. https://doi.org/10.32488/harmoni.v19i2.432
Sudrirman, L., Kwek, K., Astuty, D., Risandi, K., Arifin, S., & Chanrico, W. (2021). Sikap toleransi antar budaya di Indonesia. National Conference for Community Service Project (NaCosPro), 3(1), 1460–1464. https://doi.org/10.37253/nacospro.v3i1.6003
Waman, Y., & Dewi, D. A. (2020). Penanaman nilai toleransi dan keberagaman suku bangsa siswa sekolah dasar melalui pendidikan kewarganegaraan. Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 2(1), 60–70. https://doi.org/10.59632/edukasitematik.v2i1.83




